chevy kediri “Ing samubarang gawe aja sok wani mesthekake, awit akeh lelakon kang akeh banget sambekalane sing ora bisa dinuga tumibane".

Pesan: Kesadaran untuk selalu instropeksi pada diri sendiri akan melahirkan watak tepa selira, berempati secara terus menerus kepada sesama umat manusia. So stay tune and dont forget to subscribe my blog. Hidup ibarat seni, perlu manajemen seni untuk menjalankan irama kehidupan sehari-hari sesuai kehedak Tuhan. More...
Jan
13th

Bukan Sekedar ‘Konco Wingking’

Author: chevy | Files under Hidup Itu Indah
chevy kediri | Buku Dahlia Ishaq Istri Walikota Kediri

Sebuah adagium menyebutkan bahwa perempuan adalah kekuatan utama keluarga dan negara. Bila dalam sebuah keluarga ada perempuan yang hebat, maka keluarga itu akan menjadi hebat. Begitu juga di sebuah negara, bila kaum perempuannya baik, maka akan kuat pula kondisi negara tersebut.

Walaupun secara fisik perempuan tidak sekokoh kaum lelaki, bukan berarti kaum hawa adalah makhluk yang lemah. Perempuan mampu menutupi kelemahan fisiknya dengan sejumlah kekuatan yang tak dimiliki kaum adam. Ambil contoh, perasaanya yang halus, penampilannya yang lembut, kecantikan, ketelitian, dan keteguhan hati.

Sejatinya, dalam keluarga ada kebersamaan. Ketika sebuah prestasi dicapai oleh suami, maka istri dan anak-anak pasti turut merasakan kebanggaan dan kebahagiaan tersebut. Demikian pula sebaliknya, apabila suami dan ayah mereka menghadapi teror, penghinaan, ataupun penurunan prestasi dalam pekerjaan, maka keluargapun akan turut mengalami kesulitan dan masalah-masalah.

Suka adalah milik bersama dan duka juga dihadapi bersama, maka kesadaran untuk bahu-membahu akan menciptakan sinergi yang sangat besar bagi sebuah keluarga dalam mencapai keberhasilan yang dicita-citakan. Dalam hal ini peran istri, untuk mendorong sang suami agar dapat merangkak naik menuju kesuksesan yang diinginkan bersama agar keduanya terangkat keatas, adalah sangat besar.

Agar memiliki daya dorong yang besar, peran seorang istri bukan lagi sekedar seorang perempuan yang hanya bisa mengikuti suami dari belakang dalam bahasa Jawa diistilahkan sebagai ’konco wingking’ yang memiliki tugas hanya macak, masak, manak (berdandan, memasak, dan melahirkan anak, red) seperti tempo dulu. Tetapi, istri di era modern seperti sekarang juga turut berperan sebagai pengiring dan penguat suami yang tengah berjuang menafkahi dan menopang keluarganya.

Itu berarti tugas istri zaman sekarang tak lagi sekadar menyiapkan makan dan mengurusi rumah, tapi juga menjadi mitra dan pendamping yang bijak bagi suami. Yang mampu menjadi teman bicara yang menyenangkan di masa-masa sulit dan tegar menemani suami agar terus berjuang. Yang senantiasa menjaga nama baik suami dengan mendidik anak-anak yang dilahirkan dengan penuh cinta dan kasih sayang sehingga meringankan langkah sang suami melaksanakan tugasnya.

Sang suami banyak berhasil meraih kesuksesan berkat peran istri yang setia mengiringinya dalam setiap kegiatan. Ketika sang suami berada di tengah krisis, maka istrilah yang membantu mengangkatnya, dengan tetap setia memberikan dukungan, perhatian, cinta, doa, dan berbagai bantuan untuk suaminya semaksimal kemampuannya.

Bukan rahasia lagi, setiap perempuan membutuhkan cinta dan penghargaan. Perasaan berharga dan dicintai itu biasanya akan muncul ketika seorang perempuan bisa menjadi seorang ibu yang bisa membawa anak-anaknya mencapai kesuksesan dalam hidup mereka, dan mendengar ucapan terimakasih mengalir tulus dari bibir buah hatinya tersebut. Atau cukuplah sebuah pernyataan dari sang suami “betapa sangat berarti ia bagi hidupku” akan membuatnya membumbung tinggi ke angkasa ketika ia bisa mendampingi sang suami di masa sulit hingga akhirnya meraih prestasi setinggi-tingginya dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Yah, wanita merasa berharga dan dicintai ketika ia bisa ‘memberi’. Memberi adalah sebuah puzzle indah miliknya yang ingin dicapai dalam hidup sehingga membuat hidupnya terasa sempurna. Untuk meraihnya, setiap perempuan tentu harus meletakkan kepingan-kepingan puzzle tersebut kedalam bingkai sehingga membentuk sebuah rangkaian yang sempurna. Sayangnya, hal tersebut tidaklah mudah. Berbagai onak dan duri harus dilewati. Tangis dan tetesan air mata adalah bagian dari kesakitan yang sewajarnya harus dialami.

Setiap istri adalah pendamping,
yang setia dalam suka dan duka..
Menemani sang suami meraih asa
untuk sukses ketika memimpin.

Ya Allah sekiranya telah Engkau catatkan dia menjadi teman
untuk menapaki hidup, satukan hatinya dengan hatiku,
titipkanlah kebahagiaan diantara kami,
agar kemesraan itu abadi….

Bookmark and Share

One response. Wanna say something?

  1. juragan
    Jul 18, 2010 at 12:36:33
    #1

    salam kenal ya..

Post a Comment