Ilmu Bisnis: Cintailah Orang lain
Kebahagiaan sesungguhnya adalah cara memandang dan cara bertindak. Apapun yang anda lakukan baik bersosialisasi, berbisnis, dan bekerja. Siapa yang memandang dengan cinta, maka pastilah semua akan tampak indah, tapi yang memandang dengan kebencian pasti semua akan tampak seperti neraka. Ketilka memandang dnegan penuh cinta, seluruh perilaku kita pun akan mencerminkan perasaan cinta itu. Kala bertemu dengan orang lain, begitu mudah kita menebarkan senyum. Saat melihat saudara kita yang sedang kesusahan begitu mudah kita memberikan pertolongan. Akibatnya, orang-orangpun merasa nyaman dengan perlakuan kita.
Cintailah orang lain, maka orang akan mencintaimu, tebar senyum, maka engkau akan memperoleh senyuman, berikan pertolongan, maka engkau akan mendapatkan pertolongan. Sebaliknya pun begitu Bila anda memaki, menghina maka itu pula yang akan anda dapatkan. Seperti itulah hukum alam berbicara.
Orang yang terus menebarkan cinta dan pertolongan, akan selalu diliputi oleh energi cinta. Bisnis dengan energi cinta pasti akan indah dan membawa keberkahan. Seberapa besar kualitas cinta yang telah anda kumpulkan, maka sebesar itulah kebahagiaan yang anda peroleh. Seperti sabda Rasulullah, “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat untuk orang lain.”
Sesungguhnya kebaikan yang sedang kita lakukan kepada orang lain, pada hakikatnya adalah kebaikan yang kita lakukan untuk diri kita sendiri. Ketika seseorang sedang memberi makan pada orang lain maka sesungguhnya ia sedang memberikan makan pada dirinya sendiri. Bayangkanlah bahwa apa yang kita berikan pada orang lain lantas kita mendapatkan ganti rezeki yang melimpah lantaran doa yang dipanjatkan oleh orang yang kita beri. Seperti itu juga orang yang membagi ilmunya, sesungguhnya ia sedang menambah ilmunya.
Bukankah semakin sering orang mengajarkan ilmu yang ia miliki, semakin pandai dirinya. Demikian juga orang yang bersedia mencari pekerjaan bagi orang lain, sesungguhnya sedang menanamkan investasi, karena kelak jika waktunya tiba, yaitu ketika tiba-tiba kita menghadapi masalah, maka merekalah orang yang pertama-tama menawarkan dirinya untuk memberikan pertolongan pada kita.
Itulah inti dari ilmu bisnis yang sesungguhnya. Itulah inti dari semua rahasia bisnis Rasulullah. Menjadi yang terbaik dengan menjadi manusia yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain. Apakah anda menyadari bahwa inti dari ilmu bisnis adalah memuaskan kebutuhan pelanggan, dan itu berarti kita sedang mempersiapkan diri untuk melakukan yang terbaik pada orang lain.
“Ing samubarang gawe aja sok wani mesthekake, awit akeh lelakon kang akeh banget sambekalane sing ora bisa dinuga tumibane".



Jun 24, 2010 at 04:01:59
5zf67i
http://002evolves.blogspot.com