chevy kediri “Ing samubarang gawe aja sok wani mesthekake, awit akeh lelakon kang akeh banget sambekalane sing ora bisa dinuga tumibane".

Pesan: Kesadaran untuk selalu instropeksi pada diri sendiri akan melahirkan watak tepa selira, berempati secara terus menerus kepada sesama umat manusia. So stay tune and dont forget to subscribe my blog. Hidup ibarat seni, perlu manajemen seni untuk menjalankan irama kehidupan sehari-hari sesuai kehedak Tuhan. More...
Apr
21st

Tips Bisnis: Profesionalisme

Author: chevy | Files under tips bisnis

Tips Bisnis

Tips ini memberikan pemahaman kepada anda untuk berbisnis secara professional. Bertindak atau bekerja secara professional adalah tuntutan yang selalu ada dalam bidang apapun. Menjadi seorang professional tidak disyaratkan oleh tingkat pendidikan tertentu sebab profesionalisme tidak ditentukan oleh tingginya pendidikan yang diperoleh seseorang, melainkan oleh kompetensi dan karakter yang dimilikinya, yaitu usaha yang dilandasi dan dituntun oleh nilai-nilai keberanian, semangat, dan pengabdian sejati. Mewujudkan usaha seperti ini memang tidak gampang sebab pada dasarnya, manusia dikuasai oleh nafsu-nafsu rendah dan kelemahan-kelemahan pribadi, yang bila tidak dituntun oleh kebenaran akan selalu cenderung takut, tidak bersemangat, dan tidak berdedikasi tinggi.

Dalam jagat pewayangan, semua ksatria yang baik selalu digambarkan berusaha untuk menjadi manusia yang berani, bersemangat, dan berdedikasi tinggi. Akan tetapi, kelemahan-kelemahan manusia juga tidak bisa lepas dari mereka sehingga menggerogoti ketahanan pribadi mereka. Tokoh Batara Guru dan Kresna misalnya, selain menjdai tokoh panutan juga digambarkan kadang-kadang tidak berani melawan kehendak anak-anak mereka untuk medapatkan wahyu. Bhisma adalah manusia suci, tetapi ia tidak memiliki keberanian, semangat dan dedikasi untuk melarang para Kurawa meneruskan niat jahat mereka untuk menghancurkan Pandawa.

Dalam dunia bisnis ada yang mengatakan bahwa profesionalisme dapat dikatakan secara sederhana sebagai mengerjakan pekerjaan secara tuntas. Benar, pekerjaan memang harus diselesaikan secara tuntas. Namun, perlu digarisbawahi bahwa tuntas tidak dapat terwujud cukup dengan pendekatan kompetensi. Disinilah perlunya dipadukan antara kompetensi dan karakter. Bisnis juga tidak hanya berorientasi hanya pada profit saja , tetapi seharusnya juga bermanfaat bagi lingkungan (sesama, bangsa, dan Negara).

Melarikan dan menyembunyikan uang di luar negeri juga dapat disebut tuntas. Kalau tuntas hanya sebatas “tuntas” belaka, para koruptorpun bisa dikatakan bekerja secara tuntas, yaitu memanfaatkan semua hasil korupsinya untuk pribadinya tanpa sisa. Oleh karena itu, pemahaman saya tentang profesionalisme adalah dipadukannya kompetensi dan karakter, yang bahkan disempurnakan dengan tuntunan Ilahi untuk menunjukkan adanya tanggung jawab moral.

Bookmark and Share

Post a Comment