chevy kediri “Ing samubarang gawe aja sok wani mesthekake, awit akeh lelakon kang akeh banget sambekalane sing ora bisa dinuga tumibane".

Pesan: Kesadaran untuk selalu instropeksi pada diri sendiri akan melahirkan watak tepa selira, berempati secara terus menerus kepada sesama umat manusia. So stay tune and dont forget to subscribe my blog. Hidup ibarat seni, perlu manajemen seni untuk menjalankan irama kehidupan sehari-hari sesuai kehedak Tuhan. More...
Nov
14th

Tukang Becak dan Gubernur

Author: chevy | Files under Motivasi

Alhamdulillah,

Kita terlahir di dunia ini dengan memegang peran masing-masing. Dan bukan besar kecilnya peran yang menjadi ukuran penilaian baik buruknya manusia. Bukankah tidak mungkin bila suatu negara dipimpin oleh 2 orang atau lebih presiden? Lantas apakah sebaik-baiknya manusia dalam suatu negara itu adalah presiden?

Ada kisah tukang becak yang bisa sukses dengan penghasilan tidak kurang dari 300 ribu per hari. Dia berperilaku sopan, mencintai pekerjaannya, melayani pelanggannya dengan ramah. Dia membekali dirinya dengan mempelajari ilmu kesehatan agar fisiknya tetap sehat selama dia menjadi tukang becak, sehingga dia bisa bekerja dengan nyaman. Dia belajar bahasa asing, karena banyak turis ditempatnya bekerja, sehingga semakin lama dia terkenal di kalangan pemandu wisata. Maka tak heran kalau sehari dia bisa mendapatkan 300 ribu rupiah.

Ada juga kisah Gubernur bahkan Menteri yang menghabiskan masa pensiunnya dengan berbagai penyakit yang dideritanya dan bahkan banyak juga yang mendekam di dalam penjara. Karena amanah yang dia pegang menjadi beban dalam hidupnya. Dia harus menghabiskan hidangan yang tidak sehat di meja makan, hanya untuk menunjukkan dia adalah “penguasa” dengan alasan menjamu tamulah, menghormati tamulah, dan lain sebagainya. Mereka tidak pernah belajar (seperti tukang becak) bahasa rakyat, karena tugas yang sebenarnya adalah pelayan masyarakat.

Dari dua kejadian di atas jelas sekali peran manusia adalah untuk menjaga keseimbangan kehidupan ini. Seorang tukang becak harus belajar untuk melayani “orang besar” agar bisa mendapatkan penghasilan lebih. Sedangkan Gubernur atau Menteri harus belajar melayani “orang kecil” karena penghasilannya sudah besar. Jika masing-masing tidak bisa menjaga perannya, maka yang terjadi adalah malapetaka. Tukang becak yang mulai berjudi (menghamburkan uang padahal penghasilannya kecil) dan Pejabat yang mulai menjadi perampok/koruptor (mengemis dan menjarah padahal peghasilannya besar).

Soe Hok Gie, dalam sebuah karyanya pernah menulis “Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendah nilai dirimu. Jadilah dirimu sebaik baik dirimu sendiri”. Jelas sekali bahwa orang yang bisa menjalankan perannya dengan baiklah yang akan mempunyai nilai pribadi yang baik.

Selamat bekerja selamat berkarya !!
Jika anda bisa menjaga martabat diri anda,
maka anda sudah menjunjung martabat bangsa ini.

Baca juga:

Bagaikan Sekuntuk Mawar

Mendapat Pekerjaan

Inti Dari Ilmu Bisnis

The Secret: Mukjizat Berpikir Positif

The Secret : Law of Attraction

Tidur di waktu Subuh Adalah Pangkal Kemiskinan

Bookmark and Share

Post a Comment